ACT 1
1. EXT. SUATU JALAN DI
TENGAH KOTA. NIGHT. RAIN.
Hujan
deras. Terlihat dari belakang WIRA sedang menggendong RENA dengan kedua
tangannya. Terlihat wajah sedih Wira, kemudian Rena bicara sesuatu tapi tidak
terdengar.. (perlahan pandangan kabur dan gelap, kemudian...)
CUT TO:
2. INT. COFFE SHOP.
AFTERNOON
NADILA
(mengetuk-ngetuk meja
dimana Wira sedang tertidur)
Ini tempat minum kopi kali
bukan tempat buat tidur
Wira
terkejut dan bangun dari tidurnya dengan wajah cemas.
WIRA (V.O)
(mengusap
keringat diwajahnya dengan tangan)
Hahh..
sempat-sempatnya mimpi itu muncul disini..
WIRA
(wajah
kesal sambil menengok ke arah Nadila)
Ada ya
pegawai yang ganggu pelanggannya.. pelanggan itu raja..
NADILA
(mengambil
gelas kopi milik Wira yang ada di meja)
Mana
ada raja yang minum kopi bayarnya ngutang (sambil menyodorkan gelasnya ke depan
wajah Wira)
WIRA
Hehe..(senyum tengil) kopi
buatan kamu memang terbaik deh nad.. soalnya bisa ngutang hehe
NADILA
Sebagai ganti kopi yang udah
kamu minum, kamu temani aku pergi ya malam ini
WIRA
Pasti ke karnaval yg kamu
bilang kemarin itu kan? (beat.) kan udah aku bilang nad, aku gak bisa malam
ini.. aku sibuk ada kerjaan (mengambil kopinya dari tangan Nadila dan
meminumnya)
NADILA
Sibuk ngapain sih? Paling
kamu mau ke rumah RENDRA ngelakuin penelitian aneh lagi kan?
WIRA
(kaget dan tersedak
ketika meminum kopinya)
Uhuk..uhuk.. enggak gitu kok
nad
NADILA
Pokoknya harus. gak ada
tapi-tapian. Atau kamu mau kopi yang udah kamu minum tadi keluar lagi?
(tersenyum dengan seram)
Wira
membayangkan Nadila memukulnya dengan pukulan karatenya dan mengeluarkan kopi
yg ada dalam perutnya.
WIRA
OK! Raja siap menemani sang
ratu! (tanpa basa-basi, tersenyum sambil mengacungkan jempol )
NADILA
(tersenyum)
Nah gitu dong raja yg baik..
Ratu ganti baju dulu ya (berbalik dan pergi ke ruang staff)
WIRA (V.O)
Fiuh..
hampir saja ada singa ngamuk..
CUT TO:
3. EXT. GEDUNG SINTESA
ENTERPRISES. NIGHT.
Terlihat
dari luar gedung besar milik perusahaan raksasa SINTESA ENTERPRISES, milik Bpk.
INDRA ABRAHAM, salah satu konglomerat dengan kekayaan yang melimpah dan
kekuasaan dengan pengaruh yang besar di Indonesia.
4. INT. RUANG RAPAT SINTESA
ENTERPRISES. NIGHT.
Terlihat
orang-orang berjas rapih berwarna hitam berjumlah 8 orang sedang mengadakan
pertemuan di meja rapat yg besar dan panjang.
INDRA ABRAHAM
Baiklah, karena semuanya
telah hadir.. mari kita langsung bicara saja ke intinya, mengapa kalian saya
kumpulkan malam hari ini. (senyum)
PETINGGI #1
Saya sudah tahu tentang apa
yang akan anda bicarakan Pak Abra, pasti tentang Project Animus lagi bukan?
Saya tidak punya waktu untuk rencana yang tidak ada kejelasannya selama 1 tahun
lebih ini.
PETINGGI #2
Apa itu benar Pak Abra? Sebaiknya
ada kabar bagus tentang proyek itu. Jika tidak, percuma saja.. Saya tidak akan
investasikan uang saya untuk proyek khayalan seperti itu.
Orang-orang yg ada di ruangan
itu selain Pak Abra ikut mengganguk dan menanyakan kejelasan tentang rencana
tersebut.
INDRA ABRAHAM
Tenang saja tuan-tuan. Sebentar
lagi khayalan itu akan benar-benar terwujud (tersenyum)
CUT TO:
ACT 2
5. EXT. COFFE SHOP. NIGHT.
Terlihat Wira sedang berbicara
dengan seseorang di telepon.
WIRA
Iya iya maaf ren.. tapi ini
situasi darurat.
RENDRA
Yaelah banyak alasan kamu..
bilang aja kamu memang lebih memilih kencan sama Nadila kan. Parah banget
ngebiarin temen terbaik kamu ini sibuk sendiri di lab. (sambil sibuk dengan komputernya)
WIRA
Iya
maaf.. maaf.. nanti pulangnya aku beliin cheese burger kesukaan kamu deh hehe..
RENDRA
Cheese
burger ditambah kamu harus bersihin lab selama seminggu kedepan
WIRA
(Kemudia
melihat Nadila keluar) Hah apa ren? ga kedengeran. halo.. suaranya
putus-putus.. nanti aku telfon lagi ya.. (mematikan telfon)
NADILA
Maaf
ya lama.. (sambil melepas ikat rambutnya)
WIRA
Beda
banget dibandingin singa yang tadi (suara pelan)
NADILA
Hah
apa?!
WIRA
Eh
enggak hehe.. ayo pergi (memberikan helm ke Nadila)
Mereka berdua pergi meninggalkan
coffe shop menggunakan sepeda motor.
CUT TO:
6. INT. RUANG LAB RENDRA.
NIGHT.
RENDRA
Hah..
lagi-lagi dia berbuat seenaknya.. (beat.) Pergi ke karnaval ya.. hmm..
sepertinya menyenangkan. (sambil melihat tv yang sedang menayangkan siaran
langsung karnaval)
REPORTER DALAM TV
Kami
siarkan secara langsung keadaan karnaval "Bulan Purnama" yang semakin
malam semakin meriah ini........
Rendra
kemudian melihat sesuatu dari siaran lansung tersebut. Mendadak dia terkejut.
RENDRA
Tunggu.. itu kan.. astaga
Wira dan Nadila dalam bahaya! (Rendra berusaha menelepon Wira)
CUT TO:
7. INT. SALAH SATU TENDA
KARNAVAL. NIGHT.
Terlihat penyelenggara karnaval
dengan seorang badut karnaval sedang berbicara 4 mata.
BADUT KARNAVAL
Ada perlu apa bapak memangil
saya?
PENYELENGGARA KARNAVAL
Kamu.. pion yg cukup bagus
(senyum)
BADUT KARNAVAL
Maksud bapak apa? saya tidak
menger.... aaakk (berteriak kesakitan)
PENYELENGGARA KARNAVAL
Kamu tidak perlu mengerti
apa-apa, kamu hanya perlu menjadi pion kami dan memulai pertunjukannya. (sambil
menempelkan barang kecil aneh ke perut si badut)
CUT TO:
8. EXT. KARNAVAL. NIGHT.
Terlihat Wira dan Nadila sedang
bersenang-senang di karnaval. Wira tidak menyadari handphonenya yang berdering
di kantong celananya. Kemudian mereka merasa lelah dan berjalan menuju bangku
di taman dekat karnaval.
NADILA
Hah.. capek ya.. tapi seru
banget! ini pertama kalinya aku ke karnaval ini! akhirnya kesampaian jg bisa
kesini haha.. (tersenyum lebar)
WIRA
Pantesan kamu ngotot banget
pengen pergi kesini nad (mengusap kepala dan mengacak rambut nadila)
NADILA
Wira.. makasih ya (suara
pelan dan malu-malu)
WIRA
(Kaget akan respon
Nadila yg tidak marah)
Eh apa? ga kedengeran. yang
keras dong kalo ngomong
NADILA
Dasar bolot (Marah dan pergi
berjalan lebih cepat kemudian duduk di kursi taman)
WIRA
Iya sama-sama nad. (Senyum)
Handphone
Wira kembali berdering, Wira akhirnya menyadarinya dan mengangkat telepon dari
Rendra. Dia terkaget melihat jumlah misscall yg banyak dari Rendra.
WIRA
Maaf Ren, aku tadi ga sadar
ada telepon dari kamu haha.. tenang setelah ini aku ke lab kok bawa cheese
burger kamu.. sabar dong
RENDRA
Kemana saja kamu.. bukan itu
alasanku telepon kamu, karnaval itu berbahaya wira! segera pergi dari situ!
beritahu pengunjung lain!
WIRA
Apa?
memangnya ada apa?
I
INTERCUT TO:
9. INT. RUANG RAPAT
SINTESA ENTERPRISES. NIGHT
INDRA ABRAHAM
Bersiaplah. untuk
melihat awal dari era baru yg telah kita nantikan selama ini.
Asisten Indra Abraham kemudian
menyalakan layar besar yang ada di ruang rapat. Layar tersebut menampilkan
karnaval.
PETINGGI #1
Bukankah itu karnaval yang
sedang diadakan di taman kota?
Indra Abraham hanya tersenyum
diam, kemudian melihat jam tangannya dan menghitung mundur.
BOOM! Terlihat ledakan dari
tengah karnaval yg sedang berlangsung.
INTERCUT TO:
10. EXT. BANGKU TAMAN.
NIGHT.
Terdengar ledakan sangat keras
dari arah karnaval, Wira dan Nadila yang mendengarnya pun langsung menengok ke
arah karnaval dengan wajah shock. Angin berhembus kearah Wira dan Wira merasakan sesuatu yang buruk.
WIRA ( V.O)
Firasat
ini.. jangan-jangan..?!
NADILA
Ya ampun! (kaget dan bangun
dari kursi) Apa yang terjadi disana?!
WIRA
Sepertinya terjadi sesuatu
yang buruk disana.. sebaiknya kita segera pergi dari sini dan cari tempat yang
aman.
NADILA
Terus bagaimana dengan
orang-orang yang ada di karnaval? kita harus menolong mereka! (berlari ke arah
karnaval)
WIRA
Tunggu! Nadila jangan!
(mengejar nadila)
Kemudian mendadak hujan turun,
dan Wira teringat dengan mimpi buruknya.
WIRA (V.O)
Aku mohon jangan terjadi
lagi.. Aku mohon (sambil berlari mengejar Nadila)
CUT TO:
11. EXT. KARNAVAL. NIGHT. RAIN.
Terlihat
sang badut tadi yang telah berubah menjadi sosok monster seukuran manusia
berwarna merah dengan tangan kiri berbentuk seperti capit kepiting dengan
ukuran cukup besar dan tajam, dialah penyebab ledakan dan kekacauan karnaval.
MONSTER KEPITING
GRAHHHH!!
MUSNAHKAN!! HANCURKAN!!
Para
pengunjung terlihat berlarian kabur menyelamatkan diri. Banyak pengunjung yg
terluka akibat ledakan dan serangan monster itu. Suasana menjadi kacau dan
tidak terkontrol. Nadila sampai duluan ke karnaval dan menolong orang-orang yg
ada disana untuk lari. Wira kemudian sampai juga dan melihat kekacauan yg
terjadi.
WIRA (V.O)
Oh tidak..
apa ini salahku karena melalaikan tanggung jawabku? tapi aku pikir D.E.F.Squad
sudah mengurus sisanya dan sudah tidak pernah ada yang muncul lagi selama 1 tahun
ini, Kenapa sekarang baru muncul lagi?
Dia
kemudian ikut membantu menyelamatkan orang-orang, Wira menolong orang yg
terjebak tertimpa oleh tiang besi dan mengangkatnya. Kemudian Wira dan Nadila
melihat ada anak kecil yg menangis dan monster kepiting datang menghampiri
berjalan dengan lambat sambil memainkan capitnya. Nadila langsung ingin segera
menolongnya namun Wira menahannya
WIRA
Jangan nad! (memegang tangan
nadila, menahannya untuk pergi)
NADILA
Anak itu dalam bahaya wira!
kita harus segera menolongnya!
WIRA
Jangan bertindak ceroboh nad!
Kamu mau bunuh diri?!
NADILA
Itu lebih baik daripada hanya
diam saja dan membiarkan anak kecil itu terbunuh di depan mataku! Melindungi
orang lain itu bukan hanya tugas pahlawan! melainkan adalah tugas kita sebagai
manusia yg memiliki hati untuk saling melindungi!
Wira terkejut mendengar ucapan
nadila. Wira mengingat bahwa Rena jg mengucapkan kata-kata yg sama.
INTERCUT TO:
12. EXT. SUATU JALAN
DITENGAH KOTA. NIGHT. RAIN
Terlihat Rena yg sedang
digendong Wira di tengah hujan.
WIRA
Kenapa kamu bertindak ceroboh
seperti itu hah?! kenapa?!!
Rena
Memangnya aku seharusnya
bagaimana? hanya diam saja dan membiarkanmu terbunuh di depan mataku? (sambil
mengusap pipi Wira) Melindungi orang lain itu bukan hanya tugas pahlawan..
melainkan adalah tugas kita sebagai manusia yg memiliki hati, untuk saling melindungi..
INTERCUT TO:
ACT 3
13. EXT. KARNAVAL. NIGHT.
RAIN
Wira
hanya terdiam. Nadila berhasil terlepas dari genggaman tangan Wira, dan Nadila lari
menghampiri anak itu. Nadila berdiri di depan anak itu, dan memukul si monster
dengan pukulan karatenya namun tidak mempan. Pukulan itu membuat monster marah
dan melempar Nadila. Kemudian seseorang menangkapnya dan menggendongnya dengan
kedua tangannya.
WIRA
Ternyata pukulan karatemu yg
aku paling takutin itu gak mempan ya buat monster kepiting itu.
Nadila
membuka matanya dan melihat orang yg menyelamatkannya mengenakan kostum
berwarna hitam dengan garis-garis putih dibeberapa sudut dan gambar kepala
serigala besar di bagian badan berwarna putih. Kamera dari helikopter
stasiun tv terlihat menyorot ke arah mereka.
REPORTER TV DARI HELIKOPTER
Siapa itu?
ada seseorang yang misterius datang menyelamatkan perempuan dan anak kecil itu.
Kemudian
kamera menyorot lebih jauh ke arah Wira. Menampilkan di TV Wira dengan kostum
hitamnya sedang menggendong Nadila.
RENDRA
Hah..
syukurlah. (bernafas lega) Ternyata dia selama ini masih selalu menggunakan
kostum itu di balik pakaiannya ya.. hah bikin panik aja, dasar pahlawan
kesiangan.
Para
pasukan Defense Squad baru saja tiba ke karnaval. Kapten Laksana, pemimpin
D.E.F.Squad melihat Wira dari kejauhan yg disorot helikopter.
KAPTEN LAKSANA
Rencana berubah. Kita
fokuskan untuk penyelamatan para pengunjung ke tempat yg aman.
TENTARA #1
Tunggu Kapten, bagaimana
dengan monster itu? Mereka bertiga dalam bahaya!
KAPTEN LAKSANA
Tenang saja. Wanita dan anak
kecil itu sudah aman. Dan monster itu tidak akan bertahan lama. Karena ada "dia"..
Pasukan
Defense Squad kemudian menyebar dan menyelamatkan orang-orang.
NADILA
Wira.. kamu? (kaget melihat
penampilan wira dengan kostumnya)
WIRA
(menurunkan nadila) Nanti
aku jelasin nad, tetap di belakangku. Jaga anak itu baik-baik.
Nadila hanya mengangguk dan
berdiri di belakang Wira sambil memeluk anak kecil itu. Kemudian hujan reda.
Awan gelap perlahan menghilang dan menampakkan bulan purnama.
WIRA
Wah sesuai namanya ya..
festival "Bulan Purnama".. Sayang sekali sepertinya kau salah pilih
waktu untuk berbuat onar ya kepiting.
Gambar
serigala putih pada kostum wira menyala. Kekuatan dan kecepatan Wira meningkat.
Dia bertarung dengan monster, saling beradu pukulan dan serangan. Setelah
pertarungan yg cukup sengit, monster kepiting itu pun kalah dalam pertarungan
dan terbaring di tanah. Wira mengeluarkan belati seukuran keris dengan ada
pahatan kepala serigala dan ukiran aksara kuno. Dia menyodorkan pedang itu
kemudian membaca mantra penyegel. Roh kepiting dari tubuh badut tersebut keluar
dan lenyap.
WIRA
Loh? Kenapa tidak terserap
oleh belati dan malah menghilang? (beat) Sudah kuduga monster ini berbeda dari
yang sebelum-sebelumnya aku lawan.
Wujud
monster kepiting menghilang dan si badut kembali menjadi manusia lagi. Wira
menemukan ada barang aneh yg menempel di perut si badut dan dia mengambilnya.
WIRA
Apa ini? (melihat dengan
heran) Jangan-jangan penyebabnya ini.. (beat) aku harus membawanya ke lab untuk
diperiksa oleh Rendra.
14. INT. RUANG RAPAT
SINTESA ENTERPRISES. NIGHT.
Indra
Abraham dan orang-orang berjas itu melihat Wira yg berhasil mengalahkan monster
kepiting itu. Mereka pun kaget dan bertanya-tanya.
PETINGGI#1
Siapa dia? Bagaimana kalau
rencana kita digagalkan olehnya?
INDRA ABRAHAM
Tenang saja tuan-tuan.
Semuanya sudah berjalan 100% sesuai rencana.. tidak, 1000% sesuai rencana
(senyum)