Blog

Aldi Prasta Dzuhriadika

ACT 1

1. EXT. SUATU JALAN DI TENGAH KOTA. NIGHT. RAIN.

Hujan deras. Terlihat dari belakang WIRA sedang menggendong RENA dengan kedua tangannya. Terlihat wajah sedih Wira, kemudian Rena bicara sesuatu tapi tidak terdengar.. (perlahan pandangan kabur dan gelap, kemudian...)

CUT TO:

2. INT. COFFE SHOP. AFTERNOON

NADILA
(mengetuk-ngetuk meja dimana Wira sedang tertidur)
Ini tempat minum kopi kali bukan tempat buat tidur

Wira terkejut dan bangun dari tidurnya dengan wajah cemas.

WIRA (V.O)
(mengusap keringat diwajahnya dengan tangan)
Hahh.. sempat-sempatnya mimpi itu muncul disini..

WIRA
(wajah kesal sambil menengok ke arah Nadila)
Ada ya pegawai yang ganggu pelanggannya.. pelanggan itu raja..

NADILA
(mengambil gelas kopi milik Wira yang ada di meja)
Mana ada raja yang minum kopi bayarnya ngutang (sambil menyodorkan gelasnya ke depan wajah Wira)

WIRA
Hehe..(senyum tengil) kopi buatan kamu memang terbaik deh nad.. soalnya bisa ngutang hehe

NADILA
Sebagai ganti kopi yang udah kamu minum, kamu temani aku pergi ya malam ini
  
WIRA
Pasti ke karnaval yg kamu bilang kemarin itu kan? (beat.) kan udah aku bilang nad, aku gak bisa malam ini.. aku sibuk ada kerjaan (mengambil kopinya dari tangan Nadila dan meminumnya)

NADILA
Sibuk ngapain sih? Paling kamu mau ke rumah RENDRA ngelakuin penelitian aneh lagi kan?

WIRA
(kaget dan tersedak ketika meminum kopinya)
Uhuk..uhuk.. enggak gitu kok nad

NADILA
Pokoknya harus. gak ada tapi-tapian. Atau kamu mau kopi yang udah kamu minum tadi keluar lagi? (tersenyum dengan seram)


Wira membayangkan Nadila memukulnya dengan pukulan karatenya dan mengeluarkan kopi yg ada dalam perutnya.

WIRA
OK! Raja siap menemani sang ratu! (tanpa basa-basi, tersenyum sambil mengacungkan jempol )

NADILA
(tersenyum)
Nah gitu dong raja yg baik.. Ratu ganti baju dulu ya (berbalik dan pergi ke ruang staff)

WIRA (V.O)
Fiuh.. hampir saja ada singa ngamuk..

CUT TO:

3. EXT. GEDUNG SINTESA ENTERPRISES. NIGHT.

Terlihat dari luar gedung besar milik perusahaan raksasa SINTESA ENTERPRISES, milik Bpk. INDRA ABRAHAM, salah satu konglomerat dengan kekayaan yang melimpah dan kekuasaan dengan pengaruh yang besar di Indonesia.

4. INT. RUANG RAPAT SINTESA ENTERPRISES. NIGHT.

Terlihat orang-orang berjas rapih berwarna hitam berjumlah 8 orang sedang mengadakan pertemuan di meja rapat yg besar dan panjang.

INDRA ABRAHAM
Baiklah, karena semuanya telah hadir.. mari kita langsung bicara saja ke intinya, mengapa kalian saya kumpulkan malam hari ini. (senyum)

PETINGGI #1
Saya sudah tahu tentang apa yang akan anda bicarakan Pak Abra, pasti tentang Project Animus lagi bukan? Saya tidak punya waktu untuk rencana yang tidak ada kejelasannya selama 1 tahun lebih ini.

PETINGGI #2
Apa itu benar Pak Abra? Sebaiknya ada kabar bagus tentang proyek itu. Jika tidak, percuma saja.. Saya tidak akan investasikan uang saya untuk proyek khayalan seperti itu.

Orang-orang yg ada di ruangan itu selain Pak Abra ikut mengganguk dan menanyakan kejelasan tentang rencana tersebut.

INDRA ABRAHAM
Tenang saja tuan-tuan. Sebentar lagi khayalan itu akan benar-benar terwujud (tersenyum)

CUT TO:

ACT 2

5. EXT. COFFE SHOP. NIGHT.

Terlihat Wira sedang berbicara dengan seseorang di telepon.

WIRA
Iya iya maaf ren.. tapi ini situasi darurat.

RENDRA
Yaelah banyak alasan kamu.. bilang aja kamu memang lebih memilih kencan sama Nadila kan. Parah banget ngebiarin temen terbaik kamu ini sibuk sendiri di lab. (sambil sibuk dengan komputernya)

WIRA
Iya maaf.. maaf.. nanti pulangnya aku beliin cheese burger kesukaan kamu deh hehe..

RENDRA
Cheese burger ditambah kamu harus bersihin lab selama seminggu kedepan

WIRA
(Kemudia melihat Nadila keluar) Hah apa ren? ga kedengeran. halo.. suaranya putus-putus.. nanti aku telfon lagi ya.. (mematikan telfon)

NADILA
Maaf ya lama.. (sambil melepas ikat rambutnya)

WIRA
Beda banget dibandingin singa yang tadi (suara pelan)

NADILA
Hah apa?!

WIRA
Eh enggak hehe.. ayo pergi (memberikan helm ke Nadila)
Mereka berdua pergi meninggalkan coffe shop menggunakan sepeda motor.

CUT TO:

6. INT. RUANG LAB RENDRA. NIGHT.

RENDRA
Hah.. lagi-lagi dia berbuat seenaknya.. (beat.) Pergi ke karnaval ya.. hmm.. sepertinya menyenangkan. (sambil melihat tv yang sedang menayangkan siaran langsung karnaval)

REPORTER DALAM TV
Kami siarkan secara langsung keadaan karnaval "Bulan Purnama" yang semakin malam semakin meriah ini........

Rendra kemudian melihat sesuatu dari siaran lansung tersebut. Mendadak dia terkejut.


RENDRA
Tunggu.. itu kan.. astaga Wira dan Nadila dalam bahaya! (Rendra berusaha menelepon Wira)

CUT TO:

7. INT. SALAH SATU TENDA KARNAVAL. NIGHT.

Terlihat penyelenggara karnaval dengan seorang badut karnaval sedang berbicara 4 mata.

BADUT KARNAVAL
Ada perlu apa bapak memangil saya?

PENYELENGGARA KARNAVAL
Kamu.. pion yg cukup bagus (senyum)

BADUT KARNAVAL
Maksud bapak apa? saya tidak menger.... aaakk (berteriak kesakitan)

PENYELENGGARA KARNAVAL
Kamu tidak perlu mengerti apa-apa, kamu hanya perlu menjadi pion kami dan memulai pertunjukannya. (sambil menempelkan barang kecil aneh ke perut si badut)

CUT TO:

8. EXT. KARNAVAL. NIGHT.
Terlihat Wira dan Nadila sedang bersenang-senang di karnaval. Wira tidak menyadari handphonenya yang berdering di kantong celananya. Kemudian mereka merasa lelah dan berjalan menuju bangku di taman dekat karnaval.

NADILA
Hah.. capek ya.. tapi seru banget! ini pertama kalinya aku ke karnaval ini! akhirnya kesampaian jg bisa kesini haha.. (tersenyum lebar)

WIRA
Pantesan kamu ngotot banget pengen pergi kesini nad (mengusap kepala dan mengacak rambut nadila)

NADILA
Wira.. makasih ya (suara pelan dan malu-malu)

WIRA
(Kaget akan respon Nadila yg tidak marah)
Eh apa? ga kedengeran. yang keras dong kalo ngomong

NADILA
Dasar bolot (Marah dan pergi berjalan lebih cepat kemudian duduk di kursi taman)

WIRA
Iya sama-sama nad. (Senyum)

Handphone Wira kembali berdering, Wira akhirnya menyadarinya dan mengangkat telepon dari Rendra. Dia terkaget melihat jumlah misscall yg banyak dari Rendra.

WIRA
Maaf Ren, aku tadi ga sadar ada telepon dari kamu haha.. tenang setelah ini aku ke lab kok bawa cheese burger kamu.. sabar dong

RENDRA
Kemana saja kamu.. bukan itu alasanku telepon kamu, karnaval itu berbahaya wira! segera pergi dari situ! beritahu pengunjung lain!

WIRA
Apa? memangnya ada apa?

I
INTERCUT TO:

9. INT. RUANG RAPAT SINTESA ENTERPRISES. NIGHT

INDRA ABRAHAM
Bersiaplah. untuk melihat awal dari era baru yg telah kita nantikan selama ini.

Asisten Indra Abraham kemudian menyalakan layar besar yang ada di ruang rapat. Layar tersebut menampilkan karnaval.

PETINGGI #1
Bukankah itu karnaval yang sedang diadakan di taman kota?

Indra Abraham hanya tersenyum diam, kemudian melihat jam tangannya dan menghitung mundur.
BOOM! Terlihat ledakan dari tengah karnaval yg sedang berlangsung.

INTERCUT TO:

10. EXT. BANGKU TAMAN. NIGHT.

Terdengar ledakan sangat keras dari arah karnaval, Wira dan Nadila yang mendengarnya pun langsung menengok ke arah karnaval dengan wajah shock. Angin berhembus kearah Wira dan Wira merasakan sesuatu yang buruk.

WIRA ( V.O)
Firasat ini.. jangan-jangan..?!

NADILA
Ya ampun! (kaget dan bangun dari kursi) Apa yang terjadi disana?!

WIRA
Sepertinya terjadi sesuatu yang buruk disana.. sebaiknya kita segera pergi dari sini dan cari tempat yang aman.

NADILA
Terus bagaimana dengan orang-orang yang ada di karnaval? kita harus menolong mereka! (berlari ke arah karnaval)

WIRA
Tunggu! Nadila jangan! (mengejar nadila)

Kemudian mendadak hujan turun, dan Wira teringat dengan mimpi buruknya.

WIRA (V.O)
Aku mohon jangan terjadi lagi.. Aku mohon (sambil berlari mengejar Nadila)

CUT TO:

11. EXT. KARNAVAL. NIGHT. RAIN.

Terlihat sang badut tadi yang telah berubah menjadi sosok monster seukuran manusia berwarna merah dengan tangan kiri berbentuk seperti capit kepiting dengan ukuran cukup besar dan tajam, dialah penyebab ledakan dan kekacauan karnaval.

MONSTER KEPITING
GRAHHHH!! MUSNAHKAN!! HANCURKAN!!

Para pengunjung terlihat berlarian kabur menyelamatkan diri. Banyak pengunjung yg terluka akibat ledakan dan serangan monster itu. Suasana menjadi kacau dan tidak terkontrol. Nadila sampai duluan ke karnaval dan menolong orang-orang yg ada disana untuk lari. Wira kemudian sampai juga dan melihat kekacauan yg terjadi.

WIRA (V.O)
Oh tidak.. apa ini salahku karena melalaikan tanggung jawabku? tapi aku pikir D.E.F.Squad sudah mengurus sisanya dan sudah tidak pernah ada yang muncul lagi selama 1 tahun ini, Kenapa sekarang baru muncul lagi?

Dia kemudian ikut membantu menyelamatkan orang-orang, Wira menolong orang yg terjebak tertimpa oleh tiang besi dan mengangkatnya. Kemudian Wira dan Nadila melihat ada anak kecil yg menangis dan monster kepiting datang menghampiri berjalan dengan lambat sambil memainkan capitnya. Nadila langsung ingin segera menolongnya namun Wira menahannya

WIRA
Jangan nad! (memegang tangan nadila, menahannya untuk pergi)

NADILA
Anak itu dalam bahaya wira! kita harus segera menolongnya!

WIRA
Jangan bertindak ceroboh nad! Kamu mau bunuh diri?!

NADILA
Itu lebih baik daripada hanya diam saja dan membiarkan anak kecil itu terbunuh di depan mataku! Melindungi orang lain itu bukan hanya tugas pahlawan! melainkan adalah tugas kita sebagai manusia yg memiliki hati untuk saling melindungi!

Wira terkejut mendengar ucapan nadila. Wira mengingat bahwa Rena jg mengucapkan kata-kata yg sama.

INTERCUT TO:

12. EXT. SUATU JALAN DITENGAH KOTA. NIGHT. RAIN

Terlihat Rena yg sedang digendong Wira di tengah hujan.

WIRA
Kenapa kamu bertindak ceroboh seperti itu hah?! kenapa?!!

Rena
Memangnya aku seharusnya bagaimana? hanya diam saja dan membiarkanmu terbunuh di depan mataku? (sambil mengusap pipi Wira) Melindungi orang lain itu bukan hanya tugas pahlawan.. melainkan adalah tugas kita sebagai manusia yg memiliki hati, untuk saling melindungi..

INTERCUT TO:

ACT 3

13. EXT. KARNAVAL. NIGHT. RAIN

Wira hanya terdiam. Nadila berhasil terlepas dari genggaman tangan Wira, dan Nadila lari menghampiri anak itu. Nadila berdiri di depan anak itu, dan memukul si monster dengan pukulan karatenya namun tidak mempan. Pukulan itu membuat monster marah dan melempar Nadila. Kemudian seseorang menangkapnya dan menggendongnya dengan kedua tangannya.

WIRA
Ternyata pukulan karatemu yg aku paling takutin itu gak mempan ya buat monster kepiting itu.

Nadila membuka matanya dan melihat orang yg menyelamatkannya mengenakan kostum berwarna hitam dengan garis-garis putih dibeberapa sudut dan gambar kepala serigala  besar di bagian badan berwarna putih. Kamera dari helikopter stasiun tv terlihat menyorot ke arah mereka.

REPORTER TV DARI HELIKOPTER
Siapa itu? ada seseorang yang misterius datang menyelamatkan perempuan dan anak kecil itu.

Kemudian kamera menyorot lebih jauh ke arah Wira. Menampilkan di TV Wira dengan kostum hitamnya sedang menggendong Nadila.

RENDRA
Hah.. syukurlah. (bernafas lega) Ternyata dia selama ini masih selalu menggunakan kostum itu di balik pakaiannya ya.. hah bikin panik aja, dasar pahlawan kesiangan.

Para pasukan Defense Squad baru saja tiba ke karnaval. Kapten Laksana, pemimpin D.E.F.Squad melihat Wira dari kejauhan yg disorot helikopter.

KAPTEN LAKSANA
Rencana berubah. Kita fokuskan untuk penyelamatan para pengunjung ke tempat yg aman.

TENTARA #1
Tunggu Kapten, bagaimana dengan monster itu? Mereka bertiga dalam bahaya!

KAPTEN LAKSANA
Tenang saja. Wanita dan anak kecil itu sudah aman. Dan monster itu tidak akan bertahan lama. Karena ada "dia"..

Pasukan Defense Squad kemudian menyebar dan menyelamatkan orang-orang.

NADILA
Wira.. kamu? (kaget melihat penampilan wira dengan kostumnya)

WIRA
(menurunkan nadila) Nanti aku jelasin nad, tetap di belakangku. Jaga anak itu baik-baik.

Nadila hanya mengangguk dan berdiri di belakang Wira sambil memeluk anak kecil itu. Kemudian hujan reda. Awan gelap perlahan menghilang dan menampakkan bulan purnama.

WIRA
Wah sesuai namanya ya.. festival "Bulan Purnama".. Sayang sekali sepertinya kau salah pilih waktu untuk berbuat onar ya kepiting.

Gambar serigala putih pada kostum wira menyala. Kekuatan dan kecepatan Wira meningkat. Dia bertarung dengan monster, saling beradu pukulan dan serangan. Setelah pertarungan yg cukup sengit, monster kepiting itu pun kalah dalam pertarungan dan terbaring di tanah. Wira mengeluarkan belati seukuran keris dengan ada pahatan kepala serigala dan ukiran aksara kuno. Dia menyodorkan pedang itu kemudian membaca mantra penyegel. Roh kepiting dari tubuh badut tersebut keluar dan lenyap.

WIRA
Loh? Kenapa tidak terserap oleh belati dan malah menghilang? (beat) Sudah kuduga monster ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya aku lawan.

Wujud monster kepiting menghilang dan si badut kembali menjadi manusia lagi. Wira menemukan ada barang aneh yg menempel di perut si badut dan dia mengambilnya.

WIRA
Apa ini? (melihat dengan heran) Jangan-jangan penyebabnya ini.. (beat) aku harus membawanya ke lab untuk diperiksa oleh Rendra.

14. INT. RUANG RAPAT SINTESA ENTERPRISES. NIGHT.

Indra Abraham dan orang-orang berjas itu melihat Wira yg berhasil mengalahkan monster kepiting itu. Mereka pun kaget dan bertanya-tanya.

PETINGGI#1
Siapa dia? Bagaimana kalau rencana kita digagalkan olehnya?

INDRA ABRAHAM
Tenang saja tuan-tuan. Semuanya sudah berjalan 100% sesuai rencana.. tidak, 1000% sesuai rencana (senyum)


SINOPSIS “GALA”

Pada era jawara, di zaman kerajaan-kerajaan nusantara. Nusantara tidak hanya dihuni oleh manusia. Di era ini nusantara dihuni juga oleh monster dan siluman, salah satunya adalah kaum “Gaoh”. Gaoh adalah roh binatang yang mati atau terbunuh dengan perasaan dendam yang sangat kuat. Mereka merasuki tubuh manusia, dan membuat manusia dapat berubah menjadi monster hewan yang merasuki mereka. Roh gaoh mendapatkan tubuh dari manusia, dan manusia yang menjadi inangnya mendapatkan kekuatan dari gaoh. Kerajaan-kerajaan di seluruh nusantara bertarung memerangi para gaoh karena sering mengacau dan berbuat seenaknya dengan kekuatan mereka. 

Kemudian hingga muncul kesatria misterius dari suatu kerajaan yang memiliki pusaka pisau belati yang mampu mengalahkan dan menghisap para gaoh dari tubuh manusia. Dia pun berhasil menyegel seluruh gaoh hingga belatinya tidak mampu menahannya lagi dan dia memutuskan untuk menyegel roh para gaoh dalam peti di suatu kuil dan menancapkan belati itu sebagai segel peti tersebut. Dimasa sekarang, kuil tersebut terlupakan dan tertimbun oleh tanah, kini tempat itu sudah menjadi tempat yang biasa kita kenal dengan nama Gunung Padang.

Di tahun 2019, para peneliti dan arkeolog dari perusahaan Sintesa Enterprises melakukan penelitian terhadap Gunung Padang dan berhasil menemukan pintu masuk kuil, salah satu arkeolog kemudian mencabut belati yang tertancap dan melepaskan para gaoh yang tersegel ribuan tahun itu dan para roh pun berhamburan keluar dari kuil untuk mencari manusia baru untuk dihinggapi dan dijadikan inang. Beberapa gaoh yang sudah memiliki tubuh baru pun mengamuk dan berbuat kekacauan. CEO Sintesa Enterprises, Inda Abraham (45 tahun) berencana menjadikan gaoh sebagai senjata perang, menamakannya dengan Project Animus. Namun, rencana itu terganggu karena ada pahlawan misterius yang menjadi pemilik baru pusaka belati penyegel gaoh.

Wira (20 tahun ) yang sosok lainnya adalah seorang pahlawan bernama “Gala”. Dia mendapatkan pusaka belati penyegel gaoh dari ayahnya, Prof. Jaka. Prof. Jaka adalah arkeolog yang mencabut belati di kuil. Dia memberikannya ke Wira, dan diberi tahu untuk melaksanakan tugas untuk memberantas para gaoh dan menyegelnya kembali.  Kemudian secara misterius Prof. Jaka menghilang dan tidak diketahui keberadaanya. Wira dengan belati dan dengan partner roh gaoh serigala yang merasuki tubuhnya membuat dia memiliki kekuatan dan kecepatan diatas manusia normal. Wira sebagai “Gala” berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik, dia juga dibantu oleh teman jeniusnya Rendra (20 tahun). Semuanya berjalan dengan baik hingga sesuatu yang buruk terjadi. Rena (19 tahun) kekasih Wira, terbunuh oleh gaoh didepan matanya karena melindungi dirinya. Dia menyalahkan dirinya sendiri dan merasa tidak pantas untuk menjadi pahlawan. Dia pun berhenti menjadi pahlawan dan membiarkan D.E.F.Squad (Pasukan Khusus yang dibentuk pemerintah) untuk memberantas para gaoh. Celah itu dimanfaatkan Indra Abraham untuk memulai menjalankan Project Animus. 

Hingga 2 tahun kemudian, Nadila (21 tahun, teman sejak kecil wira) dan Wira pergi ke karnaval dimana ternyata gaoh muncul dan mengacaukan karnaval. Padahal sudah 1 tahun belakangan ini, serangan monster gaoh sudah tidak pernah muncul dan pemerintah sudah memutuskan bahwa ancaman dari para monster ini sudah berakhir. Mengapa monster gaoh muncul kembali? Apakah ini adalah tanda dimulainya rencana Project Animus? Apakah Wira akan berhasil untuk melawan kenangan buruknya dan beraksi kembali untuk menuntaskan tanggung jawabnya?

Once upon a time there was an old mother pig who had three little pigs and not enough food to feed them. So when they were old enough, she sent them out into the world to seek their fortunes.
The first little pig was very lazy. He didn’t want to work at all and he built his house out of straw. The second little pig worked a little bit harder but he was somewhat lazy too and he built his house out of sticks. Then, they sang and danced and played together the rest of the day.
The third little pig worked hard all day and built his house with bricks. It was a sturdy house complete with a fine fireplace and chimney. It looked like it could withstand the strongest winds.
The next day, a wolf happened to pass by the lane where the three little pigs lived; and he saw the straw house, and he smelled the pig inside. He thought the pig would make a mighty fine meal and his mouth began to water.
So he knocked on the door and said:
    "Little pig! Little pig!
    Let me in! Let me in!"

But the little pig saw the wolf’s big paws through the keyhole, so he answered back:
    "No! No! No! 
    Not by the hairs on my chinny chin chin!"

Then the wolf showed his teeth and said:
    "Then I'll huff 
    and I'll puff 
    and I'll blow your house down."


So he huffed and he puffed and he blew the house down! The wolf opened his jaws very wide and bit down as hard as he could, but the first little pig escaped and ran away to hide with the second little pig.
The wolf continued down the lane and he passed by the second house made of sticks; and he saw the house, and he smelled the pigs inside, and his mouth began to water as he thought about the fine dinner they would make.
So he knocked on the door and said:
    "Little pigs! Little pigs!
    Let me in! Let me in!"


But the little pigs saw the wolf’s pointy ears through the keyhole, so they answered back:
    "No! No! No! 
    Not by the hairs on our chinny chin chin!"


So the wolf showed his teeth and said:
    "Then I'll huff 
    and I'll puff 
    and I'll blow your house down."


So he huffed and he puffed and he blew the house down! The wolf was greedy and he tried to catch both pigs at once, but he was too greedy and got neither! His big jaws clamped down on nothing but air and the two little pigs scrambled away as fast as their little hooves would carry them.
The wolf chased them down the lane and he almost caught them. But they made it to the brick house and slammed the door closed before the wolf could catch them. The three little pigs they were very frightened, they knew the wolf wanted to eat them. And that was very, very true. The wolf hadn’t eaten all day and he had worked up a large appetite chasing the pigs around and now he could smell all three of them inside and he knew that the three little pigs would make a lovely feast.
So the wolf knocked on the door and said:
    "Little pigs! Little pigs!
    Let me in! Let me in!"


But the little pigs saw the wolf’s narrow eyes through the keyhole, so they answered back:
    "No! No! No! 
    Not by the hairs on our chinny chin chin!"


So the wolf showed his teeth and said:
    "Then I'll huff 
    and I'll puff 
    and I'll blow your house down."


Well! he huffed and he puffed. He puffed and he huffed. And he huffed, huffed, and he puffed, puffed; but he could not blow the house down. At last, he was so out of breath that he couldn’t huff and he couldn’t puff anymore. So he stopped to rest and thought a bit.
But this was too much. The wolf danced about with rage and swore he would come down the chimney and eat up the little pig for his supper. But while he was climbing on to the roof the little pig made up a blazing fire and put on a big pot full of water to boil. Then, just as the wolf was coming down the chimney, the little piggy pulled off the lid, and plop! in fell the wolf into the scalding water.
So the little piggy put on the cover again, boiled the wolf up, and the three little pigs ate him for supper.
-End
Tenses : Simple Past Tense
Passive or Active Voice :
  • [Active Voice] The little pig saw the wolf’s big paws 
  • [Passive Voice] The wolf's big paws was seen by the little pig
  • [Active Voice] The little pigs saw the wolf’s pointy ears
  • [Passive Voice] The wolf's pointy ears was seen by the little pig. 
  • [Active Voice] The little pigs saw the wolf’s narrow eyes 
  • [Passive Voice] The wolf's narrow eyes was seen by the little pig
  • [Active Voice] The wolf knocked on the door
  • [Passive Voice] The door was knocked by the wolf
[How to use articles]

We will study the form of Articles (a, an, the, zero article).
a. Definition of article
b. How to use the article
c. Comparisons (between a, an, and the)
d.Example sentences with article

Pengertian Article
A, an, the (articles) adalah kata yang digunakan untuk membatasi pengertian dari noun (kata benda).
Article atau kata sandang, terbagi menjadi dua macam, yaitu: definite dan indefinite. Adapula zero article yang berarti tanpa kata sandang.

Hanya ada satu jenis article yang tergolong dalam definite article yaitu ‘the’. ‘The’ digunakan sebelum kata benda 

Penggunaan “The”


     1.     “The” digunakan ketika menunjuk pada objek atau orang yg spesifik, atau sudah pasti diketahui, contoh:

I saw the lion at the zoo. [Saya melihat singa di kebun binatang.]

Pada kalimat ini kita membicarakan kata benda yang spesifik, yaitu “lion”. Yang berarti saya melihat singa yg ada di kebun binatang.

     2.     “The” digunakan ketika hanya ada satu-satunya yg ada di suatu lingkungan atau bahkan dunia, contoh:

The president of Indonesia is visiting Japan. [Presiden Indonesia sedang mengunjungi Jepang.]

Karena Indonesia,atau pun negara lainnya hanya memiliki satu presiden, maka presiden selalu diawali dengan ‘the’.


      3.     “The” digunakan pada kata sifat superlative. contoh:

It is the highest mountain in Indonesia. [Ini adalah gunung tertinggi di Indonesia]

Pada kata sifat superlatif yang biasanya diakhiri dengan akhiran -est, maka harus diawali oleh article ‘the’.

      4.     “The” digunakan untuk kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun) dan plural noun (kata benda jamak). contoh:

I spilled the water. [Saya menumpahkan air.]

Pada kalimat ini, water merupakan salah satu contoh benda yang tidak dapat dihitung, maka di awal kata benda ‘water’ kita dapat menggunakan article ’the’.


PERBEDAAN PELAFALAN “THE”
Sama seperti pada indefinite article, pada definite article pun terdapat perbedaan pelafalan bunyi yg dipengaruhi bunyi huruf yg mengawali kata benda.

Untuk kata benda yang diawali dengan bunyi vokal maka ‘the’ dibaca /di:/, sedangkan untuk kata benda yang diawali dengan bunyi konsonan maka ‘the’ dibaca /de:/.


INDEFINITE ARTICLE
Terdapat 2 jenis articles yang tergolong dalam indefinite articles,  yaitu “a” dan “an”.
Pada indefinite articles, kata benda tersebut adalah sesuatu tidak spesifik atau kata benda tak tentu. Dan hanya digunakan untuk singular countable noun (Kata benda dapat dihitung tunggal)

The indefinite article tells us that the noun is not specific.

Penggunaan “a” dan “an”

1.     A/an digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang tidak spesifik/ tidak pasti, contoh:

Nadila reads a book. [Nadila membaca buku.]

Pada kalimat ini kita tahu bahwa nadila membaca buku, tapi kita tidak tahu dengan pasti apa buku yang dia baca itu.

2.     A/an ketika kita melihat sesuatu atau seseorang untuk pertama kalinya, contoh:

I saw a solar eclipse yesterday. [Saya melihat gerhana matahari kemarin.]


Pada kalimat ini berarti saya untuk pertama kalinya melihat gerhana matahari.

3.     Menggunakan a/an untuk menunjukkan seseorang atau sesuatu bagian dari suatu kelompok, contoh:

It was an expensive bag. [Ini adalah tas mahal]

Pada kalimat ini berarti tas ini adalah salah satu tas yang mahal di antara semua tas yang mahal lainnya.

4.     Menggunakan a untuk ketika mengatakan pekerjaan seseorang, contoh:

My father is a doctor. [Ayahku adalah seorang dokter]

Untuk mengatakan pekerjaan seseorang, article “a” adalah article yang biasa digunakan.

PERBEDAAN PEMAKAIAN “A” dan “An”

"An" digunakan di depan kata benda tunggal yang dimulai dengan huruf/bunyi vocal (a,i,u,e,o).

"A" digunakan di depan kata benda tunggal yang dimulai dengan huruf/atau bunyi konsonan.

Hati-hati dengan kata benda tunggal yang dimulai dengan huruf "H" dan "U"

“an” juga bisa digunakan di depan kata-kata yang dimulai dengan huruf “h” tetapi huruf “h” tersebut berbunyi “a”. 
Contohnya : kata “hour” dan “honest”.

Selain “h”, “u” juga perlu diperhatikan. Jika “u” pada kata tersebut tidak berbunyi vocal melainkan konsonan maka artikelnya adalah “a”.
Contohnya : “a university” bukan “ an university”. karena dibaca "yu"niversiti


ZERO ARTICLE (WITHOUT “a”, “an”, “the”)

Zero article berarti tidak ada article (a,an,the) yang perlu untuk digunakan terhadap suatu noun (kata benda).

Beberapa macam noun yang tidak  atau dapat tidak menggunakan article (tanpa a, an, the) antara lain adalah nama-nama bahasa, olahraga, sesuatu yg umum.


CONTOH KALIMAT UNTUK ZERO ARTICLE

1. Can you speak Japanese? [Dapatkah kamu bicara bahasa Jepang?]
2. That children playe football. [ Anak-anak itu bermain bola]

All things or things in general: Use no article with plural count nouns or any noncount nouns used to mean all or in general.

I do not like coffee. (Saya tidak suka semua kopi.)

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan simak video pembelajaran di bawah ini.
For more explanation about how to use articles, you can check this video below.



Previous PostPostingan Lama Beranda